• Selamat Datang Di Website Bappeda Kab.Paser
  • Gunung Embun Desa Luan

images

Pendampingan Bappedalitbang kepada Tim ISER dari Jakarta terkait Studi Transformasi Ekonomi dan Potensi Lapangan Kerja Hijau di Kab. Paser, Kalimantan Timur.

TANA PASER-Bappedalitbang Kabupaten Paser, melalui Bidang Litbang melaksanakan pendamingan kepada Tim ISER dari Jakarta terkait Studi Transformasi Ekonomi dan Potensi Lapangan Kerja Hijau di Kab. Paser, Kalimantan Timur. Adapun pendampingan terdapat responden sebagai referensi wawancara yaitu : 1. BKAD Kab. Paser, 2. Dinas Kesehatan Kab. Paser, 3. Dinas PUTR Kab. Paser, 4. Dinas Lingkungan Hidup Kab. Paser, 5. DPMPTSP Kab. Paser, 6. Disnakertrans Kab. Paser, 7. Disdukcapil Kab. Paser, 8. Dinas Perikanan Kab. Paser pada Selasa, 23/08/2022, sedangkan Kecamatan Long Ikis dan Desa Batu Kajang pada Rabu, 24/08/2022.

Dalam kegiatan ini terdapat Kerangka Acuan Kerja, latar belakang sebagai berikut: Komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) telah ditandatangani oleh Indonesia dalam Perjanjian Paris dan menetapkan target penurunan emisi sebesar 29-41% pada 2030 yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Walaupun sektor hutan dan lahan (FOLU) masih menjadi penghasil emisi tertinggi di Indonesia, masih dominannya penggunaan bahan bakar harus segera didorong. tekanan global dalam menyuarakan transisi energi pun semakin digaungkan dalam forum formal tingkat internasional sebagai salah satu upaya untuk mencapai netral karbon pada 2050. Salah satu strategi penurunan emisi yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Bappenas yang telah mencanangkan pembangunan rendah karbon sebagai salah satu strategi Indonesia Emas 2045 melalui penerapan ekonomi hijau di Indonesia. Hasil studi Bappenas menyatakan bahwa melakukan pembangunan karbon lebih cepat dengan melakukan transformasi ekonomi hijau dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Terpilihnya Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi terbaik dalam pelaporan aksi pembangunan karbon (PRK) 2010-2020 menjadi katalisator peran pemerintah daerah untuk mendukung target nasional dalam mendukung ekonomi hijau. Namun, hal ini juga bertentangan dimana Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan produksi batubara tertinggi di Indonesia. Kalimantan Timur juga tercatat sebagai provinsi kedua cadangan batubara di Indonesia dengan jumlah 48 miliar ton per tahun 2020. Selain itu, sektor batubara juga masih menjadi Sumber Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) dimana 85% dari PNBP Minerba berasal dari sektor batubara.

Adanya pengaruh tren global terhadap permintaan mempengaruhi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kaltim yang terkontraksi sebesar -2.96% pada triwulan I 2021 (yoy). Melihat kondisi tren energi global saat ini, serta ditambah dengan fluktuasinya harga komoditas, ketergantungan terhadap sektor batubara harus segera ditingkatkan. Selain itu untuk mengurangi emisi, menimbulkan ke sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan diperkirakan dapat meningkatkan pekerjaan hijau yang lebih banyak dengan kemungkinan mencapai 1.12 pekerja hijau pada tahun 2050. Kabupaten Paser merupakan salah satu dari sepuluh kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur yang berkontribusi terhadap perekonomian provinsi, terutama dari penelitian dan pertambangan.

Memiliki sekitar 285.894 orang penduduk pada tahun 2018. Pada saat ini, ekonomi kabupaten tersebut ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian (sekitar 73% PDRB kabupaten tersebut berasal dari sektor ini pada tahun 2019). Sektor terbesar kedua dan ketiga Kab. Paser datang dari sektor pertanian, perhutanan, dan perikanan dan sektor industri proses (sekitar 13% PDRB kabupaten tersebut berasal dari kedua sektor ini pada tahun 2019). Dominannya sektor pertambangan dipengaruhi oleh keberadaan perusahaan batubara terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Paser dan sekitar 70% hasil produksi batubara di ekspor ke Cina, India, Korea, dan Jepang.

Hal ini menimbulkan kewaspadaan baru dimana negara-negara tersebut mulai berkomitmen untuk membatasi penggunaan batubara dalam mencapai netral karbon. Adanya hal ini harus segera diperhatikan karena akan berdampak pada perekonomian kabupaten maupun provinsi. Selain itu, kelebihan yang tinggi pada sektor sumber daya alam, terutama pertambangan dan pertumbuhan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat dengan volatilitas komoditas dan tambang.

Meningkatnya jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan setiap tahunnya (dari 19.000 orang pada 2011 menjadi 25.000 jumlah orang miskin pada tahun 2019) dan pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan menjadi analisis penting peran penting dan meningkatkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, rencana pemindahan bukota ke Kalimantan dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru Kabupaten Paser yang akan menjadi pendukung kehidupan ibukota. Transformasi ekonomi di Kabupaten Paser menjadi sangat penting dan relevan yang harus dipersiapkan oleh pemerintah setempat dalam menjawab tantangan masa depan. Oleh karena itu, kabupaten tersebut membutuhkan transformasi ekonomi yang menjawab tantangan-tantangan masa kini dan masa depan melalui ekonomi hijau yang berkelanjutan. Namun, transformasi ekonomi akan menimbulkan dampak, salah satunya adalah tenaga kerja yang akan ditinggalkan dan munculnya sektor baru yang membutuhkan keterampilan berbeda. Diperkirakan 300 ribu pekerja di sektor pertambangan diperkirakan akan kehilangan pekerjaan seiring dengan penurunan permintaan sektor pertambangan, khususnya batubara di masa depan. Di sisi lain, kesiapan pekerjaan oleh industri-industri di luar lapangan pertambangan dan perlu dipersiapkan. Berdasarkan kajian transformasi ekonomi menggunakan analisis input-output, Kabupaten Paser memiliki potensi yang besar pada proses industri maupun industri manufaktur. Namun, industri-industri tersebut masih belum berkembang dengan baik di Kabupaten Paser, jika dilihat dari kontribusi sektor-sektor luar pertambangan dan yang hanya 27% terhadap PDRB Kabupaten. Seiring dengan arah ekonomi global menuju, terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan menjadi satu peluang untuk transformasi arah ekonomi di Kabupaten Paser. pencipta lapangan pekerjaan hijau tidak hanya untuk menurunkan lapangan kerja di lapangan pertambangan, tetapi juga lapangan pekerjaan yang lebih berkelanjutan pada masa depan. 

 


TAG

Tinggalkan Komentar