• Selamat Datang Di Website Bappeda Kab.Paser
  • Gunung Embun Desa Luan

images

RAPAT KOORDINASI DAN SINKRONISASI USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN CIPTA KARYA TAHUN 2021 – 2025

Tana Paser 25 Agustus 2020, Terdapat Target  Pembangunan  Infrastruktur  Permukiman  Tahun 2020-2024 dalam rangka  terwujudnya Hunian Cerdas, yaitu :

  1. Meningkatkan persentase cakupan  air minum menjadi  88%
  2. Menurunkan luas permukiman kumuh  perkotaan menjadi 17.000 Ha
  3. Meningkatkan persentase  pemenuhan sanitasi  layak menjadi 85%

Adapun Strategi Pembangunan Infrastruktur Permukiman, antara lain :

  1. Pemenuhan Standard Pelayanan Perkotaan (SPP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada permukiman di Kawasan Strategis Nasional  (KSN) dan kawasan yang mempunyai kepentingan nasional
  2. Prioritas penanganan di daerah rawan air dan rawan sanitasi tinggi pada kab/kota dengan fiskal rendah
  3. Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan melalui peningkatan kualitas dan perubahan wajah kawasan
  4. Penetapan lokasi berdasarkan kriteria rawan air dan rawan sanitasi serta ketersediaan dokumen perencanaan
  5. Keterpaduan perencanaan pembangunan infrastruktur permukiman melalui penguatan database
  6. Pemanfaatan alternatif pendanaan berdasarkan kondisi fiscal daerah (KPBU, DAK, Hibah SR)
  7. Penguatan pembagian peran Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Akademisi/Pemerhati/Praktisi dan Masyarakat

Dalam rangka penyelenggaraan sinkronisasi program dan kegiatan maka perlu diperhatikan kriteria-kriteria teknis terkait pengusulan rencana program dan kegiatan pada masing-masing sector serta terdapat Readiness Criteria (RC)  yang harus dipenuhi sebagai bahan pendukung usulan yang diajukan, antara lain :

  1. RC Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum :
  • Dokumen RISPAM Kabupaten/ Kota
  • Studi Kelayakan /FS
  • DED dan RAB Kegiatan
  • Dokumen SIPA
  • Kesiapan Lahan
  • Lembaga Pengelola
  • Surat Usulan Kepala Daerah (Surat Minat)
  • Surat Pernyataan Kepala Daerah (Surat Komitmen)
  1. RC Pengembangan Sistem  Penyehatan Lingkungan Permukiman :
  • Surat Minat Usulan Kegiatan dari Pemerintah Daerah
  • MoU antara pemda dan pihak terkait mengenai peran, tugas dan tanggungjawab masing-masing pihak dalam  pembangunan sanitasi
  • Masterplan/ DED yang sudah direview oleh pihak Direktorat terkait
  • Kesiapan Lahan (sertifikat kepemilikan lahan, bebas dari masalah sosial dan sesuai kriteria teknis)
  • Institusi Pengelola Pasca Konstruksi (KSM, UPTD, SKPD)
  • Tersedianya alokasi dana untuk OP Sarana Pasca Konstruksi (ditunjukan dengan RKA untuk kegiatan  pengelolaan)
  • Surat Kesediaan Menerima Hibah
  1. RC Pengembangan Kawasan Permukiman :
  • Memiliki Perda RTRW
  • Memiliki Perda Bangunan Gedung (Perda BG)
  • Tersedianya Dana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB)/dana  daerah untuk pembiayaan  komponen kegiatan
  • Institusi pengelola pasca konstruksi (KPP) terkait serah  terima asset
  • Memiliki Dokumen Perencanaan (RKP-KP/ RP2KPKP/Dokumen  SIAP/Masterplan, dll)
  • Memiliki SK Penetapan Lokasi
  • Memiliki Profil Kawasan Permukiman
  • Memiliki Surat Pernyataan Kepala Daerah: Surat Minat, Kesiapan  Lahan dan Kesediaan Menerima  Aset
  • Sudah ada Perencanaan : Masterplan, DED, RAB, TOR dan  RKS sudah siap lelang
  1. RC Penyelenggaraan Penataan Bangunan Dan Lingkungan :
  • Perda Bangunan Gedung (Perda BG)
  • Perwal/ Perbul RTBL
  • Masterplan Penanganan Kawasan
  • Rencana Aksi Kota Pusaka – Rencana Aksi Kota Hijau (P2KH)
  • Dokumen Administrasi lain yang mendukung kegiatan Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungan.

Dalam rangka mengusahakan agar program dan kegiatan dapat dilaksanakan melalui pendanaan APBN, maka harus ada sinergi yang baik antar lembaga guna terpenuhinya syarat-syarat administrasi yang dibutuhkan, seperti memiliki dokumen perencanaan dan dokumen pendukung lainnya. Untuk itu Perangkat Daerah terkait harus saling mendukung dengan memperkuat validitas pendataan sesuai dengan regulasi yang ada yang kemudian dituangkan ke dalam dokumen-dokumen perencanaan. Sehingga arah pembangunan tidak terlepas dari perencanaan yang ada dan tidak hanya berfokus pada pembangunan – pembangunan fisik saja.


TAG

Tinggalkan Komentar